Rabu, 15 April 2015

Analisis Undang-Undang No 24 Tahun 2009

Analisis Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009
Menurut saya kelebihan dari Undang-Undang ini mampu mengatur tentang berbagai hal yang terkait dengan penetapan dan tata cara penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan termasuk di dalamnya diatur tentang ketentuan pidana bagi siapa saja yang secara sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang terdapat di dalam Undang-Undang ini.
Undang-undang Nomor 24 ini khususnya tentang Bahasa merupakan salah satu upaya untuk lebih menyempurnakan dan meningkatkan semua sektor yang berhubungan dengan masalah pembinaan bahasa .
Sedangkan kekurangan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 ini khususnya tentang Bahasa, hanya mengatur  penggunaan bahasa baku. Tidak ada pembatasan penggunaan bahasa informal.
Dampak dari kekurangan tersebut adalah mulai tergusurnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dikarenakan munculnya bahasa gaul. Penggunaan bahasa-bahasa yang tidak baku mengakibatkan keberadaan bahasa gaul sering digunakan kaum muda sebagai alat komunikasi dalam pergaulan sehari-hari. Baik lisan maupun tulisan,bahasa ini dianggap sebagai media berekspresi.
Namun, tanpa disadari, lama kelamaan bahasa gaul bisa mengancam eksistensi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan karena semakin jauh berbeda dengan kaidah-kaidah bahasa yang baik dan benar. Bisa jadi bahasa Indonesia tak lagi perlu ejaan. Bisa-bisa akan merusak bahasa Nasional kita sendiri. Jika sudah rusak dimana letak citra negara kita dilahirkan ini. Sungguh perkembangan yang tidak baik bagi anak cucu kita kelak.
Solusi untuk mengurangi dampak tersebut adalah menjaga supaya tidak seenaknya berbahasa, juga menjaga pertumbuhan bahasa agar tidak liar .Masyarakat dapat membantu pemeliharaan bahasa dengan memeragakan penggunaan bahasa yang baik dan benar. Media pun dapat menjaga sajian bahasa lisan maupun tulisannya dengan benar .

Sebagai anak bangsa berbanggalah dengan perubahan-perubahan yang datang dari diri kita sendiri, jangan bangga dengan perubahan yang dibawa oleh orang lain. Tak tentu juga dampak yang didapat semuanya baik. Siapa lagi yang membanggakan bahasa Indonesia jika bukan kita sendiri sebagai warga negaranya.