Selasa, 27 Oktober 2015

Bahagia ?


Malam semakin larut, akankah kau tetap terduduk melewati malam yang panjang ? di sebuah tempat yang hanya diterangi lampion hias dan alunan musik? saya mencoba menikmati malam ini dengan segelas milk tea. Malam hari yang biasanya orang menikmati waktu istirahat tapi orang-orang disini tidak seperti biasanya. Mungkin bagi mereka itu hal yang  biasa, tapi terkadang saya berfikir kenapa mereka memilih melewati malamnya dengan bercengkrama bersama teman hingga bahkan mereka lupa akan kewajiban dan waktu yang menunjukan seakan menjelang fajar. Tertawa, bercanda bahkan asik dengan sebuah permainan kartu, itukah kehidupan malam sebenarnya ? Hidup memanglah pilihan. Pilihan mereka mau menikmatinya seperti apa dan bagaimana. Seperti halnya malam ini. Sempat terlintas mengapa hidup seperti ini. 
Terkadang berpikir hidup itu tak adil. Tapi, arti adil itu sendiri ialah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Berusaha mencoba untuk memahami hidup, mencoba menerima bahwa realitanya hidup ini memanglah adil. Ada yang menyatakan bahwa hidup ini memanglah sulit maka jangan kau buat lebih sulit lagi, nikmati sajalah.  Tetapi disisi lain ada yang menyatakan sangat kontras dengan pernyataan tersebut bahwa hidup ini indah, jadi nikmatilah hidupmu. Namun  kedua pernyataan tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menikmati hidup. 
Hidup bahagia ? sebuah kalimat yang tidak asing lagi bagi semua orang. Ya, semua orang pasti mendambakan hidup yang bahagia. Lalu, apa yang dimaksud hidup bahagia itu ? seperti apakah hidup bahagia ? bagaimanakah hidup bahagia ? apakah dengan memiliki banyak uang maka orang tersebut akan dikatakan hidup bahagia ? apakah dengan kekuasaan tinggi yang dimiliki seseorang akan membuat hidupnya bahagia ?  atau dengan memiliki banyak uang dan waktu orang tersebut akan hidup bahagia ? lalu apa makna dari bahagia itu sendiri ? bukankah orang yang tidak mensyukuri hidupnya akan selalu merasa kurang puas , kurang dan kurang ? jika hidup selalu merasa kurang dan kurang, apakah bisa dikatakan bahagia ? lalu apalah artinya jika memiliki kekuasaan tinggi, atau memiliki banyak uang dan waktu jika tidak mensyukuri apa yang telah dimiliki ? Sebenarnya makna dari bahagia itu sederhana yaitu selagi kita masih bersyukur kepada Sang Pencipta. 
Sadarkah mereka ? ada yang berpendapat bahwa mereka akan sadar ketika mereka dekat dengan Tuhannya dan teman setialah yang akan menasehatinya. Memang hidup itu pilihan tapi realita kebanyakan mereka di pelataran bumi ini hidup hanya untuk bersenang-senang, mereka tidak akan puas memiliki apapun yang bersifat sementara , melihat kondisi seperti ini pada akhirnya  tetap kembali pada pilihan masing-masing.

Rabu, 15 April 2015

Analisis Undang-Undang No 24 Tahun 2009

Analisis Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009
Menurut saya kelebihan dari Undang-Undang ini mampu mengatur tentang berbagai hal yang terkait dengan penetapan dan tata cara penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan termasuk di dalamnya diatur tentang ketentuan pidana bagi siapa saja yang secara sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang terdapat di dalam Undang-Undang ini.
Undang-undang Nomor 24 ini khususnya tentang Bahasa merupakan salah satu upaya untuk lebih menyempurnakan dan meningkatkan semua sektor yang berhubungan dengan masalah pembinaan bahasa .
Sedangkan kekurangan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 ini khususnya tentang Bahasa, hanya mengatur  penggunaan bahasa baku. Tidak ada pembatasan penggunaan bahasa informal.
Dampak dari kekurangan tersebut adalah mulai tergusurnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dikarenakan munculnya bahasa gaul. Penggunaan bahasa-bahasa yang tidak baku mengakibatkan keberadaan bahasa gaul sering digunakan kaum muda sebagai alat komunikasi dalam pergaulan sehari-hari. Baik lisan maupun tulisan,bahasa ini dianggap sebagai media berekspresi.
Namun, tanpa disadari, lama kelamaan bahasa gaul bisa mengancam eksistensi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan karena semakin jauh berbeda dengan kaidah-kaidah bahasa yang baik dan benar. Bisa jadi bahasa Indonesia tak lagi perlu ejaan. Bisa-bisa akan merusak bahasa Nasional kita sendiri. Jika sudah rusak dimana letak citra negara kita dilahirkan ini. Sungguh perkembangan yang tidak baik bagi anak cucu kita kelak.
Solusi untuk mengurangi dampak tersebut adalah menjaga supaya tidak seenaknya berbahasa, juga menjaga pertumbuhan bahasa agar tidak liar .Masyarakat dapat membantu pemeliharaan bahasa dengan memeragakan penggunaan bahasa yang baik dan benar. Media pun dapat menjaga sajian bahasa lisan maupun tulisannya dengan benar .

Sebagai anak bangsa berbanggalah dengan perubahan-perubahan yang datang dari diri kita sendiri, jangan bangga dengan perubahan yang dibawa oleh orang lain. Tak tentu juga dampak yang didapat semuanya baik. Siapa lagi yang membanggakan bahasa Indonesia jika bukan kita sendiri sebagai warga negaranya.