Dahulu ada aliran
sungai sekarang bagian hilirnya tidak teratur . mulai desa yang sekarang
disebut Buaran . airnya ada yang mengalir ke jurusan barat , ada pula yang
berbelok ke timur . Diantara cabang-cabang sungai itu , terjadilah tanah darat
yang disebut Delta. Penduduk sekitar menyebutnya Pulau / Pulo. Karena tampaknya
seperti pulau kecil yang dikelilingi air . Di Delta itu masih terdapat semak
belukar. Meskipun banyak belukar , tapi masih ada yang tinggal disitu. Dia
adalah seorang lelaki berhidung besar bagaikan bawang merah bulat. Karenanya ,
orang-orang menyebut Embah Penthul. Embah Penthul orangnya periang, ramah ,
jenaka dan juga pemberani. Seekor harimau kumbang dapat ditangkapnya .
Orang-orang setempat mengetahui akan keberanian Embah Penthul , lalu
menyebutnya dengan nama tambahan Pentolan . Adapun harimau kumbang yang sempat
ditangkap itu, dapat dijinakkan dan dipelihara dengan baik , namanya Kumbang
Sari.Makin lama , Embah Penthul makin terkenal di pulau itu . Bahkan
kadang-kadang ia mampu berbuat ajaib sehingga ia dikeramatkan oleh tetangga
sekitarnya . Oleh karena tempat tinggal Embah Penthul itu di sebuah Delta atau
Pulo dan dia memelihara seekor harimau yang diberi nama Kumbang Sari ,
maka nama desa tersebut kini disebut Pulausari=PULOSARI.